This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label sinopsis film korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sinopsis film korea. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

City Hunter episode 4

City Hunter episode 4

Kyeong Hee menemui Presiden Choi dan Presiden berkata kalau dia dengar kondisi Kyeong Hee dari dinas rahasianya.
Presiden : Aku mencoba untuk melawan mereka yang tidak mengakui pengorbanan Mu Yeol.

Kyeong Hee heran, pengorbanan-nya? bukankah dia hilang? Kau pasti tahu sesuatu.
Kyeong Hee mendesak Presiden, apa sebenarnya yang terjadi. Tapi Presiden ingin tahu kabar Jin Pyo.

Kyeong Hee : Jin Pyo? 28 th lalu..dia mengambil putraku yang masih bayi dan menghilang. Itu terakhir kalinya aku melihatnya.
Kyeong Hee minta Presiden janji untuk membantunya mencari putranya. Presiden baru tahu kalau Mu yeol punya anak.

Kyeong hee : Apa sebenarnya yang terjadi dengan Mu Yeol? Dimana anakku?kau pasti tahu sesuatu, ya kan?
Presiden : Jika aku tahu, apa aku akan mencari sampai ke sini?

Kyeong Hee : Kau kan Presiden negeri ini, apa ada orang yang tidak bisa kau temukan? Anakku..putraku.. aku hanya ingin bertemu dengan-nya sekali saja.
Presiden menghela nafas (Ini papanya Dong Yi kan? baru sadar aku...)

Jin Pyo marah2 : Aku menyuruhmu untuk membunuhnya, tidak menyerahkannya ke kantor Jaksa Penuntut!
Ini cara Yoon Sung mengatasi Lee.

Jin Pyo skeptis, apa kau benar2 percaya kalau Jaksa akan menyelidiki kebenaran-nya? Jika mereka takut pada opini publik, mereka tidak akan membiarkan anggota tim kami mati sia-sia waktu itu.
Jin Pyo : Mereka hanyalah sekelompok orang tanpa hati nurani, rasa tanggung jawab atau kesetiaan !

Yoon Sung minta maaf, tapi darah yang tercurah karena balas dendam..dia tidak ingin terlibat di dalamnya.
Jin Pyo : Jika kau anakku, jangan biarkan mereka hidup lagi.
Yoon Sung : Jika kau benar2 ayahku, apa kau akan membiarkan aku melanjutkan balas dendam ini?

Jin pyo bersumpah akan menghancurkan mereka yang menghancurkan dirinya. Yoon Sung berkata jika dia membunuh mereka, apa istri dan anak-anak mereka akan melepaskan aku?
Yoon Sung : Ini hanya akan menjadi lingkaran balas dendam yang tidak ada akhirnya.

Jin Pyo akhirnya membuat kesepakatan, jika kau menemukan target kedua sebelum dirinya, maka Jin Pyo akan membiarkan Yoon Sung menyelesaikan dengan caranya.
Tapi kalau Jin Pyo yang menemukan orang itu lebih dulu, maka orang itu akan mati.

City Hunter episode 3



City Hunter episode 3

Yun Sung dan Nana mulai meninggalkan kantor Sunshine Welfare. Yoon Sung melihat Shin Jae Dong menghancurkan dokumen di mesin penghancur kertas.
Kebetulan Nana pergi ke toilet, maka Yoon Sung juga mulai bergerak.

Yoon Sung mengambil kereta penuh kertas lalu membakarnya dan memasukkan-nya ke dalam toilet pria. Yoon Sung memukul alarm kebakaran (kali ini dengan tinjunya, bukan dengan hak sepatu hahaha)

Tidak lama, gedung dipenuhi asap dan membuat panik semua orang. Semua staf termasuk Shim Jae Dong lari keluar gedung. Nana keluar dan tidak menemukan Yoon Sung.

Yoon Sung mulai menyelinap ke kantor Sunshine lagi, tapi kali ini dengan cara memanjat dari luar balkon. Untuk menghindari CCTV. (Stuntman-nya benar2 hebat)

Sampai di kantor Sunshine, Yoon Sung mengambil dokumen dan mengambil foto dari catatan di situ, lalu mengumpulkan potongan2 kertas yang tadi dihancurkan.

Nana sudah sampai luar gedung, karena tidak melihat Yoon Sung, Nana marah2 dan ingin masuk lagi ke dalam gedung.

Yoon Sung menepuk bahu Nana. Nana kesal, kau mengagetkanku!
Yoon Sung : Wow, kau kasar sekali!
Nana : Kau bahkan tidak mencoba untuk mencariku? Kau hanya memikirkan keselamatanmu sendiri!

Yoon Sung : Aku punya harga diri juga. Bagaimana aku bisa masuk ke toilet wanita? Tapi kau keluar dengan selamat, iya kan?

Yoon Sung mengajak Nana pergi. Nana heran, apa isi tas itu? Yoon sung berkata itu dipakai untuk menghalangi asap.
Shim Jae Dong melihat tas plastik di tangan Yoon Sung, ia bisa menduga isinya.


Yoon Sung sampai rumah dan kerja. Ia mencetak dokumen yang tadi difoto. Lalu...menempelkan potongan kertas itu satu persatu astaga..hebat, sabar banget :)

Setelah selesai, Yoon Sung membandingkan keduanya. Ada nama Mi Jin dan Do Jin (tetangga Nana) di dokumen yang sudah dihancurkan, tapi nama mereka tidak ditemukan dalam dokumen resmi Sunshine welfare. Jadi kemana uangnya?

Yoon Sung kesal sekali, masih saja ada orang yang mencuci uang sementara anak-anak kelaparan.

Tiba-tiba iPad-nya kelip-kelip. Terdengar rekaman pembicaraan antara Lee Kyung Wan dengan Shim Jae Dong.
Lee : Ini Lee Kyung Wan.

Shim : Ini Shim Jae Dong. Uang 2 miliar Won yang ditarik dari dana kesejahteraan, sudah dimasukkan dalam 5 rekening tidak bernama. Saya juga mengirim cash cards dan passwordnya ada di belakang kartu. Anda bisa menarik dan menggunakannya.

Lee : Terima kasih. Aku akan telp Wakil Presiden untuk mempromosikan dirimu.
Shim : Terima kasih banyak, Pak.
Itu adalah uang pajak yang tidak digunakan dan diedarkan diantara anggota dewan. Tidak boleh digunakan untuk memperbaiki jalan atau semacamnya dan harus diserahkan pada Lee langsung. Hanya dipotong sedikit untuk sunshine welfare.

Yoon Sung ngebut ke lokasi bersejarah tempat Shim Jae Dong akan memberikan uangnya. Shin dan anak buahnya muncul. Mereka menyamar sebagai turis.

Yoon Sung muncul dan mengambil tas Shim. Tasku! apa yang kau lakukan! Tasku..tasku!
Anak buah Shim juga bukan tandingan Yoon Sung.

Tidak ada yang bisa dilakukan Shim Jae Dong. Yoon Sung sudah menghilang.

Sekarang giliran Pak Jaksa. Young Jo debat lagi dengan bossnya tentang kejahatan Lee Kyung Wan.

Young Jo : Jika anda melihat buku catatan konstruksi AL, hasilnya jelas. Lee Kyung Wan yang memiliki tanah ini.
Bossnya berkata catatan itu tidak cocok dengan dokumen-nya. Young Jo yakin dokumen itu sudah dipalsukan.

Boss Young Jo : Apa kau pikir kau bisa mendapatkan surat perintah penggeledahan hanya dengan itu? Siapa yang akan mempercayaimu, anak muda? Kau baru saja keluar dari pelatihan Jaksa.

Young Jo kesal. Rekan-nya menghibur, lupakan saja, dia tidak akan membantu. Tapi bagaimana dia bisa melakukan ini.
Ada kiriman paket untuk Young Jo. Setelah dibuka, isinya adalah rekaman pembicaraan Lee Kyung Wan dengan Shim Jae Dong. Foto2 mereka, uang, dan catatan dari Sunshine welfare. Young Jo kaget tapi dia semangat dan mulai menuntut Lee Kyung Wan.

Jaksa Kim Young Jo pergi ke Gedung Parlemen untuk menyelidiki Lee Kyung Wan. Kasus ini menuntut perhatian anggota Parlemen.

Jumat, 10 Juni 2011

Lie To Me episode 8

Sinopsis Lie To Me episode 8

Ki Joon terbangun dan memegang tangan Ah Jung. Ah Jung minta maaf, ini kesalahan-nya.
Ki joon bingung, apa yang terjadi? Ah Jung menjelaskan kalau Ki Joon stress dan keracunana makanan.

Ah jung : Maksudku, bagaimana kau bisa pingsan karena keracunan makanan. Membuatku malu.

Ki Joon tetap heran, kenapa Ah Jung ada disini? Ah Jung berkata awalnya ia ingin menghubungi Sang Hee atau Park, tapi ia memutuskan untuk menemani Ki Joon karena merasa bersalah.

Ki joon duduk dan ingin pergi kerja, tapi Ah jung melarangnya. Ah jung merampas ponsel Ki Joon dan mengirim sms ke Park Hoon.
SMS : Hari ini aku perlu istirahat. Aku bersama seorang wanita jadi jangan menggangguku!

Park Hoon bingung ketika menerima sms itu, tapi dia mengerti dan menyeringai. Ah Jung mengembalikan ponsel ke Ki Joon. Ah jung pergi, aku akan memasak bubur untukmu.
Ki Joon berkata tidak terlalu lapar, tapi Ah Jung janji akan masak bubur yang enak.

Ki joon melihat sms yang dikirim Ah Jung dan heran, wanita?

Ah Jung masak bubur encer tapi padat gizi (soalnya kaya ada taoge dll dan ditaburi wijen hitam yum..) dan memberikannya untuk Ki Joon.
Ki Joon tanya, aku bersama seorang wanita?
Ah Jung nyengir, kau seharusnya mendengarkan aku.

Ki Joon : Bubur? Agar aku bisa memakan-nya dan mati? (sepertinya guyonan ala Korea, pengucapan-nya mirip)
Ah Jung : Hei, apa katamu? Jangan mengeluh, makan pelan-pelan dan habiskan, ok?
Ki Joon : Kau bicara pada siapa?
Ah jung : Kau!

49 Days Episode 20 part 2 Final

Sinopsis 49 Days Episode 20 part 2 Final

Thank you!!!

Yi Kyung memeriksa barang2 Yi Soo, hanya ada buku2 musik. Lalu Yi kyung kaget, ada tas punggung pink miliknya. Ini, kenapa ada disini? Aku sudah membuangnya dulu.

Han Kang tanya apa itu. Yi Kyung berkata ini adalah barang2 yang dibawanya ketika ia dibuang di Chunceon. Yi Kyung sudah membuang tas ini ketika keluar dari panti asuhan.

Yi Kyung melihat isi tas dan mengeluarkan sepatu keds pink dengan aplikasi bintang kecil. Ada buku tabungan, Yi Kyung membukanya dan kaget, itu tabungan Yi Soo untuk rumah impian mereka.

Flashback,
Yi Soo pergi ke bank bersama Yi Kyung. Yi Soo ingin buka rekening. Tapi ia menggunakan nama Yi Kyung. Yi Soo beralasan tidak membawa kartu pelajarnya. Kalau Yi Kyung pasti punya.

Padahal Yi Soo memang sengaja membuka rekening atas nama Yi Kyung.

Yi Kyung duduk di kamarnya dan ia melihat buku tabungan itu. Yi Soo rajin sekali menabung, meskipun tidak besar, tapi Yi Soo tidak pernah lupa mengisi tabungan.

Yi Kyung ingat kata2 Yi Soo : Yi Kyung, ini aku Yi Soo. Janji yang kubuat, tentang rumah Februari, aku berencana untuk memberikannya padamu, jadi aku membuka rekening. Nanti, sedikit demi sedikit, mimpi kita akan terwujud.

Meskipun kita menghadapi kesulitan. Jika kita melakukan-nya bersama, kita bisa mengatasinya. Ini rahasia. Sebenarnya Song Yi Kyung adalah penjaga Song Yi Soo. Karena kau memberikanku alasan untuk hidup. Di dunia ini, kau adalah orang paling berharga untukku.

Yi Kyung memeluk buku tabungan itu dan menangis.

Scheduler juga menangis di dekat lemari. Benar, jadi..kau harus gembira! Jangan menangis lagi.

Han Kang mengunjungi keluarga Shin. Tapi ketika ia masuk, Ayah dan Ibu tidak menyadarinya.

Ibu melihat foto-foto lama dan Ayah marah. Ibu ingin menyimpan foto2 itu tapi Ayah minta Ibu segera membuangnya. Ayah kesal dan pergi. Lakukan semaumu.

Han Kang mendekat dan membantu ibu mengambil foto yang jatuh.
Ibu heran, Presiden Han, apa yang terjadi?

Han kang tersenyum dan berkata dia hanya ingin mengecek kondisi mereka saja. Ibu menghela nafas dan memandangi foto.
Han Kang tanya, siapa itu?

Ibu : Ini kakak Ji Hyun.
Han Kang kaget, Ji hyun punya kakak?

Ibu membenarkan, seperti Ji hyun, putri yang tidak bisa kami kuburkan. Anak yang selalu kucemaskan. Ji Min kami.

Flashback, Ji Min kecil sedang memakai sepatunya. Tiba-tiba adiknya mengambil salah satu sepatu Ji Min.
Ji Min teriak, hei, Ji Hyun! Ji Hyun lari dan memakai sepatu kakaknya dengan gembira. Ji Min hanya tersenyum saja.

Ibu : Mereka hanya selisih satu tahun. Ji Hyun akan marah2 jika dia tidak mendapat barang yang sama. Dia selalu menginginkan barang seperti milik Ji Min.

Ibu datang membawa sepatu pink untuk Ji hyun. Ibu melepaskan sepatu Ji Min dari kaki Ji Hyun. Ji hyun, kembalikan sepatu milik kakak.

Ibu mengulurkan sepatu Ji Min, ini punya Ji Min. Ji Min ketawa. Ji hyun juga senang dengan sepatunya. Ibu geli, cantik kan?

Satu hari mereka sedang menunggu bis di terminal. Ji Min duduk tenang dan Ibu merangkulnya, mereka main boneka. Sementara Ji hyun mondar mandir di sekitar mereka. Ada seorang wanita yang berdiri di dekat mereka dan terus mengamati Ji Min.

Ji Hyun melihat anak yang membawa balon. Ji Hyun segera mengikuti anak itu. Ji Min menunjuk, Ibu, Ji Hyun..

Ibu kaget, Ji hyun! Ibu lari mencari Ji Hyun, meninggalkan Ji Min dan barang2 mereka sendiri.

Setelah menemukan Ji Hyun, ibu kembali ke tempat Ji Min. Tapi Ji Min lenyap. Ibu panik sekali, dia mencari di seluruh terminal dengan putus asa. Ji Min!

Ibu berkata setelah itu, dalam satu minggu ada orang yang datang untuk minta

Bad Guy episode 17 - Final

Bad Guy episode 17 - Final

Jae In dan Tae Sung berpencar mencari Gun Wook di sekitar RSJ. Tae Sung mencarinya di halaman luar di tengah hujan dan Jae in di sepanjang selasar dan lorong RSJ. Diantara para pasien. Tapi nihil, Gun Wook tidak ada diantara mereka.

Ny. Shin masuk ke kantornya dan mendapat telp dari orang suruhannya. Shim Gun Wook menghilang. Ny. Shin berusaha menyalakan lampu tapi sepertinya lampu di gedung itu mati karena petir. Ny. Shin masuk dan ketika kilat menyambar, cahayanya menerpa kursi putarnya. Ny. Shin melihat ada sesosok pria duduk membelakanginya dan ia terperanjat, itu Shim Gun Wook!
Ny. Shin antara takut dan marah, lalu ia memberanikan diri mendekati kursi itu dan memutarnya. Ternyata kosong! What?

Ny. Shin kaget dan ia melihat Gun Wook berjalan menjauh. Berhenti!! kata Ny. Shin dan ia meraih lengan Gun wook, Shim Gun Wook...Lalu tiba-tiba lenyap (sudah semakin aneh saja). Kemudian terdengar rekaman suara Ny. Shin : Apa kau pikir aku akan membiarkan orang yang mencari perkara denganku? ...dst (rekaman ketika Ny. Shin menyuruh Kim membunuh Gun Wook). Ny. Shin ketakutan, dan ia melihat sekeliling ruangan-nya dan berteriak :

"Apa kau pikir aku takut? Kau juga, seperti orang tuamu 20 tahun lalu, harus dilenyapkan Shim Gun Wook. Keluar!!" Shim Gun Wook keluar!!! KELUAR!!!

Ny. Shin mencari sumber suara dan mengacak lacinya, lalu menemukan rekaman-nya.

Jae In dan Tae sung gagal menemukan Gun Wook. Gwak menelepon Jae In, dan Jae in berkata aku ke RSJ tapi Gun Wook menghilang.

Kemudian seseorang masuk ke apartemen Gun Wook.

Tae Sung mengantar Jae In ke apartemen Gun Wook, menolak untuk masuk dan tidak ingin bertemu Gun Wook lagi (Tae Sung memang tidak ketemu Gun Wook lagi selamanya, jadi ice-cream date itu yang terakhir.) dan ia sadar Jae In tidak mencintainya, jadi Tae sung meyakinkan Jae In kalau dia tidak akan menemui Jae In lagi. Aku memutuskanmu, kata Tae Sung. Cepat sana pergi, Shim Gun Wook membutuhkanmu.

Jae In lalu beranjak tapi ia menoleh lagi, Terima Kasih Tae Sung. Jae In pergi. Tae Sung terlihat terluka tapi ia akhirnya tersenyum dan masuk mobil. Hanya...makanan Jae in ternyata ketinggalan di mobilnya. (asyik....)

Jae In masuk ke apartemen Gun Wook, berharap menemukan pria itu tapi bukan Gun Wook yang ia temui. Tae Ra ada di depan Wall-of-crime-nya Gun Wook.
Tae Ra : Apa ini?
Jae In : Kalau kau bertemu Gun Wook, tanyakan sendiri.
Tae Ra kaget : Apa dia masih hidup?

Jae In membenarkan, hanya kondisinya tidak baik, ia bahkan tidak mengenaliku.
Tae Ra berkata kalian berdua, sepertinya jauh lebih dekat dari yang kupikirkan. Dan apa ini semua, Gun Wook mendekatiku dan kau mendekati Tae sung, apa kalian berdua sudah merencanakan semua ini, untuk menjebak keluargaku?

Jae In : Kau hanya marah karena merasa dikibuli kan? Tapi bagaimana dengan Gun wook, bagaimana dengan lukanya?
Tae Ra : Untuk orang yang akan menikah dengan Tae sung..
Jae In : Aku putus dengan Tae Sung.

Tae Ra terkejut dan dengan sinis berkata, jadi karena Tae sung bukan putra kandung ayahku maka keinginanmu untuk menikahinya juga lenyap?
Jae In baru tahu itu dan ia heran, Tae sung bukan anak presiden Hong? Tae Ra : Tae sung sendirian sekarang. Apa kau tidak mempertimbangkan perasaan Tae sung?
Jae In : Ada orang yang jauh lebih penting bagiku sekarang, aku tidak peduli bagaimana posisi Tae Sung lagi.

Lalu Gwak menelepon Jae In dan berkata mereka memindahkan Gun Wook ke RS lain. Jae in merasa lega. Tae Ra mendengarkan percakapan itu dengan wajah cemburu.

Sementara itu, Tae sung makan sendirian, ia menikmati masakan Jae In dan bergumam : Aku pikir rasanya tidak enak. (iklan Tupperware dulu hehe..tapi memang bagus sih lunch box-nya Jae in, ah dasar ibu2 tea..)

Lie To Me episode 7

Lie To Me episode 7

Ki Joon memandang Ah Jung dan ingat saat pertama ketemu Ah Jung, ia tersenyum. Ah Jung tersenyum padanya.
Ki Joon tiba-tiba berhenti menyanyi, ia menjatuhkan mike-nya dan mencium Ah Jung!

Keduanya ciuman didepan teman-teman Ah Jung. Setelah beberapa saat, mereka melepaskan diri. Suasana jadi kikuk.
Teman Ah Jung heran, kenapa mereka jadi kikuk?

Bel bunyi. Ah Jung langsung lari ke pintu, ia kaget karena bibi Myung Jin datang! Ah Jung melambai ke Ki Joon, sini!
Ki Joon kaget melihat bibi. Apalagi saat Bibi Myung Jin menelepon ponsel Ki Joon, karena tidak segera dibukakan pintu.

Ah jung panik, jangan dijawab! Tapi Ki Joon sudah menekan tombol ponselnya, kalau tidak dijawab bagaimana?
Ki joon tidak bisa menghindar dari Bibi. Ia berkata asal Ah Jung tidak terlihat maka semua aman.

Ki Joon mendorong Ah jung ke ruangan pakaian-nya. Ki joon minta Ah jung sembunyi dan ia menutupi Ah Jung dengan lemari kecil.

Ki Joon : Disini dulu, dan jangan berisik.

Sang Hee makan bersama Yoon Joo. Yoon Joo terus melihat jam.
Sang Hee tanya apa kau menunggu seseorang? Yoon Joo membenarkan, ya Ki joon oppa.

Sang Hee tanya, apa dia seharusnya pergi? Yoon Joo minta Sang Hee tetap tinggal. Sang Hee merasa Ki Joon tidak akan datang. Yoon Joo juga tidak minta Ki Joon datang, ia berharap Ki Joon datang.

Sang hee memuji masakan Yoon Joo. Yoon Joo menyuruh Sang Hee makan banyak.

Teman2 Ah Jung juga bingung tapi Ki Joon minta mereka biasa saja. Ki Joon membuka pintu dan menyambut bibi.
Ki Joon mengenalkan teman2 Ah jung, mereka kenalan lamaku. Kami sudah lama tidak bertemu.

Teman2 Ah jung memberi salam dan Bibi senang bertemu mereka.

Bibi memberikan bingkisan untuk Ki Joon. Berikan itu pada Ny. Chen. Dia suka dengan busana dan karya seni mahal. Itu karya pemahat terkenal di Korea. Jika kau mau mendapatkan kesan yang bagus, kau harus mulai dengan istrinya.
Ki joon baru tahu itu. Ia berterima kasih.

Ah Jung sudah pegal2 dan kesemutan dalam ruangan baju. Ia mengambil ponselnya dan kirim sms ke Ki Joon, apa bibi sudah pergi?
Ternyata belum. Ki Joon minta Ah jung tetap disana dan diam.

Bibi Myung Jin sedang menikmati penampilan dari biduan Chun Jae Bum! Bibi tampak geli dan gembira sekali.
Wajah So Ran terlihat marah, ia berkali-kali minta suaminya berhenti.

Jae Bum menyelesaikan lagunya dan Bibi serta tiga teman Ah jung lain langsung berseru : Encore! encore! lagi! lagi!

Wajah Ki Joon kusut sekali. Tapi mencoba tersenyum di depan Bibi.

Sang Hee melihat kembali album kenangan saat sekolah dan dia tersenyum geli.
Yoon Joo berkata saat masih sekolah, Sang Hee tampak lucu. Sang Hee berkata kalau sekarang dia sudah berubah seperti ini. Aku juga lumayan populer waktu itu.

Yoon joo : Kau masih saja narsis seperti dulu.
Sang hee berkata kalau Ki Joon juga tidak berubah. Sang hee berkata kalau Ki Joon tidak akan datang sepertinya, aku sebenarnya ingin menemanimu sampai dia datang.
Yoon Joo : Sang Hee...